LuPhKimm’s Blog~

Simple in Fashion, Complicated in Style !
LuPhKimm Photo

LuPhKimm hanya seseorang yang ingin mencapai kualitas hidup yang baik. Bukan untuk mencari uang melainkan menjadikan dirinya seseorang yang pantas untuk dibayar—itulah cara hidupnya. Profil lengkap atau C.V. lengkap




Dewanya Photoshop :)

Iseng-iseng googling eh ketemu video menarik. Ternyata ada juga dewanya Photoshop :no1:


Kesembuhan datangnya atas izin Allah

Yah ini sekadar pendapat saya saja. Saya termasuk orang yang tidak mengandalkan dokter untuk menyembuhkan penyakit, kadang kalau gak dipaksa ke dokter, saya gak mau ke dokter :haha: Akhir-akhir ini rasanya sungguh dilema, media massa banyak menginformasikan tentang tindakan segelintir dokter yang kurang pro-rakyat(mungkinkah dokter = antek neolib? Ya kagaklah :gg: ).

Bagi saya pribadi dokter tidak mampu menyembuhkan penyakit, dokter hanya membantu kita mencapai kesembuhan. Ataz izin Allah-lah yang membuat kita sembuh. Baca selengkapnya…


Saykoji : Social Critism with Music!! :)

Sedikit nyindir buat pecandu sosial media :gg:


Efisiensi Biaya TI dengan Komputasi Awan

video komputasi awan

Dewasaa ini dalam dunia TI muncul gimmick teknologi baru yang bernama Cloud Computing(Komputasi Awan). Yang selalu didengungkan pada teknologi ini yaitu efisiensi biaya. Berdasarkan sumber Wikipedia.org Komputasi Awan berarti a style of computing in which dynamically scalable and often virtualized resources are provided as a service over the Internet. Intinya—produk komputer yang dikemas menjadi suatu jasa atau layanan dimana pengoprasiannya memanfaatkan jaringan internet.

Baca selengkapnya…


Komunitas Konsumen: Teori dengan Pendekatan Antropologi

komunitas konsumsi Komunitas Konsumen: Teori dengan Pendekatan Antropologi

Di Indonesia peran antropologi memang belum terlihat padahal di dunia barat pekerjaan sebagai antropolog memiliki peran yang sangat penting dalam suatu perusahaan. Ya salah satunya antropolog-lah yang menerapkan kebijakan pemasaran berdasarkan aspek kebudayaan/kebiasaan dan mengkaji sosial-kultural-demografik masyarakat agar perusahaan bisa diterima dalam suatu masyarakat(bisa dikatakan suatu bangsa). Dahulu saya sempat kepikiran mengambil jurusan antropologi tapi pada akhirnya memilih dan diterima dijurusan akuntansi.

Baca selengkapnya…


Video 25 Things I Hate Facebook

Bagi Facebooker wajib nonton film ini! Film ini membuat saya ketawa karena mengkritik pengguna Facebook :haha:


Idul Fitri pada Zaman Jepang

Ternyata orang zaman dulu shalatnya sangat cepat  :omg:


Membongkar Manipulasi Sejarah

scan0001 Membongkar Manipulasi Sejarah

H-1 sebelum ujian wawancara PBS UGM saya jalan-jalan ke toko buku. Tiba-tiba saya menemukan buku yang cukup menarik bagi saya yaitu “Membongkar Manipulasi Sejarah” terbitan Kompas karya Asvi Warman Adam. Saya pertama kali tahu buku ini dari iklan dikoran Kompas. Bagi saya buku ini singkat,padat,jelas dan enak dibaca. Buku ini terdiri dari 4 bab (dalam buku ini disebut bagian):

  • Bagian 1 Nama yang Mengukir Sejarah
    Menceritakan tokoh-tokoh yang menuai kontroversi dalam sejarah.

  • Bagian 2 Kontroversi Sejarah
    Menceritakan kejadian masa lampau yang masih dipenuhi dengan pertanyaan seperti Supersemar(Surat Perintah Sebelas Maret), Gerakan 30 September, Malari dll.

  • Bagian 3 Gerakan 30 September
    Menceritakan seluk beluk G30S dari penamaan kejadian, peristiwanya, pasca G30S dsb.

  • Bagian 4 Pelurusan Sejarah, Pendidikan Sejarah
    Membahas tentang pendidikan sejarah di Indonesia yang belum up-to-date dan masih berbau Orba

-

Dari sekian bab yang saya baca, ada beberapa hal yang saya anggap menarik:

  • Kebudayaan Indonesia tidak hanya berasal dari budaya Hindu-Budha tapi juga China. Banyak sekali kebudayaan China yang diserap oleh masyarakat Indonesia seperti rumah orang Jawa yang atapnya melengkung seperti angsa, cara-cara berocok tanam bangsa Indonesia, teknologi pelajayaran nenek moyang dll. Tapi sayang dalam buku sejarah budaya China tidak dijelaskan, ini karena buku-buku yang beredar terutama buku pelajaran sekolah masih membawa sisa-sisa Orde Lama yang anti-China. Baca selengkapnya…